PENAT
Seruan Tuhan terdengar nyaring
Menumpulkan hati yang runcing
Nafas Berat
Kalbu tercekat
Semilir angin berhembus tenang
Dedaunan bertepuk tangan.
Penat......
Padahal simpulmu tak terikat kuat
Jalanku tak lagi menuju rindu
Sebab air mata bicara
Meredam bisu
Pujakku tak lagi mencari jawab
Sebab ciprakan air sudah lenyap
Ia lepas kan
Dalam pengharapan.
Malang, 26 mei 2021
Oleh : NN

Komentar