Postingan

Pemakai Topeng Dewa

Gambar
  Oleh : Mas Pras Manusia Pencari Muka Lupakan Wajah Dikepala Sibuk Menjaja Wajah di Etalase Negara Ia Pun Banting Harga Topeng Terus Terpajang Diwajah Seolah Tiada Persoalan Lupa Kaca Sebagai Pembanding Nyata Awas Pak Karma Tidak Salah Alamat Manusia Pemakai Topeng Dewa Berkedok Tangan Kanan Tuhan Agar Orang-orang Ikut Memuja Seolah Manusia Paling Ter-atas Rakyat Miskin Kota Hingga Desa Bekerja Keras Demi Istri dan Anak Tapi Kamu Asik Berdansa di Atas Penderitaan Keluarga Miskin Yang Kelaparan Dua Ribu Dua Puluh Empat Masih Lama Wabah Virus Belum Tuntas Baliho Calon Penguasa Terpajang Banyak Seolah Merasa Paling Berkualitas Soal Rakyat Kamu Tutup Mata Hasil Alam Kamu Garap Koruptor Merajalela Lalu di Bawa Diam Mendapatkan Penjara Seperti Hotel Bintang Lima Rakyat Kecil Tertangkap Mencuri Karena Lapar Kamu Perlakukan Seperti Binatang  Yang Tak Berprikemanusiaan Jangan Seperti Mantan Saya Yang Sibuk Cari Muka Demi Mendapatkan Ruang Dengan Memakai Topeng Ala Dewa Agar Terus Mene...

SUARA LANTANG KINI DIPERJUAL-BELI

Gambar
  Segelas kopi ku seduhkan pagi ini tidak lupa juga segulung tembakau yang diracik oleh yang ahli, aku memandang langit biru yang tampak berkilau di pagi ini kiri dan kanan terlihat semua insan kegirangan menyambut fajar pagi, Sebelah kiri terlihat orang miskin tersenyun untuk memulai bekerja dengan sepenuh hati demi kebutuhan hidup sehari-hari Tampak di sebelah kenan para kaum elit mengenakan baju kemeja serta dasi  berbondong-bondong mengejar angin menggunakan transportasi. Lihatlah, ibu pertiwi sedang menangis,t ak tau apa penyebab nya yang pasti menandakan kondisi yang tidak baik. Ternyata oh ternyata, terlihat dari jauh sekelompok aktivis berlari dan menjerit Berteriak sekeras-keras nya  hingga menangis  lalu memohon agar diberi belas kasih oleh sang penguasa dan kaum elit. Apakah Yang Terjadi ? Mereka para tikus-tikus berdasi  seolah-olah tidak punya tanggungjawab sebagai pemangku jabatan di negri ini, Apakah mereka tidak memiliki hati nurani? Lihatlah, pe...

Beri Tanda

Gambar
  Bibir kini tak lagi mengucap Suara kini hilang dari pita nya Entah apa penyebab nya Ah, itu hanya sebuah khayalan. Dia hanya terbentuk dari imajinasi yang tak terlihat bayang nya Kini pikiran ini kian sepi Antara ragu dan bingung membuat hati terjebak Oh malam, akankah esok engkau dapat bersinar lagi? Ia memenjarakan diri didalam gelap itu Diri ini ingin bebas dari penjara itu. Apakah hati ini ibarat binatang yang terikat disebuah pohon? Entahlah, yang pasti saya ingin bebas, bebas dari penjar yang gelap itu Angin beri kabar Hujan beri tanda Tapi malam beri kegalapan tanpa setitik cahaya Malang, 29 mei 2021 Oleh : NOY CRU

PENAT

Gambar
  Seruan Tuhan terdengar nyaring Menumpulkan hati yang runcing Nafas Berat Kalbu tercekat Semilir angin berhembus tenang Dedaunan bertepuk tangan. Penat...... Padahal simpulmu tak terikat kuat Jalanku tak lagi menuju rindu Sebab air mata bicara Meredam bisu Pujakku tak lagi mencari jawab Sebab ciprakan air sudah lenyap Ia lepas kan Dalam pengharapan. Malang, 26 mei 2021 Oleh : NN

APA KABAR DISANA ?

Gambar
  Apa kabar disana ? Aku dengar tikus-tikus berdasi semakin banyak membuat lubang-lubang nya, dari lubang kecik hingga lubang besar. Tapi sayang sekali tidak ada yang berani membuka mulut untuk bersuara, karena suara telah di ganti dengan nominal rupiah. Apa kabar disana ? Aku dengar tahun ini banyak yang tidak dapat pulang kampung/mudik karena masih pandemi. Tapi sayang sekali orang kaya dan kaum elit bebas berkumpul, menari dan liburan kesana-sini sambil tertawa bahagia. Apa kabar disana ? Aku dengar salahsatu siswi SMA di berikan sanksi akibat menghina palestina lewat akun sosial media (tektok). Tapi sayang sekali masa depan siswi tersebut harus putus begitu saja karena dipecat/keluarkan dari sekolah. Apa kabar disana ? Aku harap baik-baik saja. Kabarku? Tak perlu kau tanya. Aku bahagia dimana pun aku berada. Malang, 28 mei 2021   Oleh : Seno P Gulo

SAYA SEBUT DIA APA?

Gambar
    SEBUT AJA INI AWAL NYA        Dua tahun berlalu sejak perjalanan itu dimulai, kala itu saya bersama dengan dia. Yah, hanya sekedar ikutan-ikutan saja karena tidak ada kegiatan lain selain sok sibuk diluar sana agar terlihat okey (menurut saya) pakai celana jeans, lengkap dengan baju kemeja dan sepasang sepatu. Bertahun-bertahun saya mengenal dia namun hanya sekedar kenal dan lebih tua saja sehingga saya manggil dia abang, tidak punya maksud dan tujuan apapun namun ngikut saja kemana dia berpergian. Hingga pada waktu itu saya bertanya dengan dia, "Apasih tujuan kita ini untuk sekolah dan memiliki title seperti abang?, agar mudah lolos ketika ada lowongan pekerjaan?" Kata ku kepada dia, namun dia hanya tertawa dan tersenyum saja. Yah, sedikit menyebalkan sih sehingga otak berkata sendiri "bangsat mala tertawa pulak".             Suatu hari itu dia mengajak saya bertemu dengan seseorang rekan nya di masa itu, dengan dalil...

AKU SIAPA? UNTUK APA AKU DISINI?

Gambar
Mungkin kita pernah bertanya-tanya tentang diri kita sendiri, kita mungkin sering berkata dalam hati "SIAPA AKU?" Sedikit bercerita, sahabat saya pernah menanyakan itu kepada diri saya berulang-ulang kali. Saya pernah bertanya terhadap diri saya, "Siapa saya dan untuk apa saya di sini". Saya pernah berkhayal bahwa saya bisa ngobrol sama Tuhan, bisa sharing dan curhat dengan Dia. Dan saya juga pernah membayangkan, bahwa aku bisa ngopi berdua denganNya, aku pernah bahkan sering melakukan pemikiran gila di luar batas, kenapa? Karena bagi saya berpikir gila bisa diartikan dalam kalimat berpikir atau memandang lebih luas makna hidup. Seperti halnya Gus Dur, bagiku beliau seorang sangat gila dalam berpikir tapi sesungguhnya ia adalah orang sungguh – sungguh luar biasa, penasaran sama pemikiran-pemikiran beliau? Silahkan di cari dan di baca buku-buku nya beliau hehehe.... Secara singkatnya, bukankah kita manusia adalah makhluk yang terkadang buta akan kebenaran, bukankah k...