SAYA SEBUT DIA APA?
Dua tahun berlalu sejak perjalanan itu dimulai, kala itu saya bersama dengan dia. Yah, hanya sekedar ikutan-ikutan saja karena tidak ada kegiatan lain selain sok sibuk diluar sana agar terlihat okey (menurut saya) pakai celana jeans, lengkap dengan baju kemeja dan sepasang sepatu. Bertahun-bertahun saya mengenal dia namun hanya sekedar kenal dan lebih tua saja sehingga saya manggil dia abang, tidak punya maksud dan tujuan apapun namun ngikut saja kemana dia berpergian. Hingga pada waktu itu saya bertanya dengan dia, "Apasih tujuan kita ini untuk sekolah dan memiliki title seperti abang?, agar mudah lolos ketika ada lowongan pekerjaan?" Kata ku kepada dia, namun dia hanya tertawa dan tersenyum saja. Yah, sedikit menyebalkan sih sehingga otak berkata sendiri "bangsat mala tertawa pulak".
Suatu hari itu dia mengajak saya bertemu dengan seseorang rekan nya di masa itu, dengan dalil ngopi-ngopi santay, "Yor, ayok ngopi sama kawan abang di warkop": ungkapnya. Tanpa basa-basi dan karena tidak ada kegiatan lain saya langsung meluncur saja, kita pun berangkat ngopi di suatu warung kopi di tengah Kota itu. Sesampai nya ditempat itu ia memperkenalkan saya dengan beberapa rekan nya itu dan ia juga memperkenalkan beberapa rekan nya itu kepada ku beserta profesi dan kegiatan mereka, seketika saya merasa heran di tempat duduk saya. Saya melihat sekeliling seakan suasana nya asing dimata, bagaimana tidak? hanya untuk ngopi ditempat yang biasa-biasa saja ini mereka berpenampilan wow handsome, dari ujung kaki hingga ujung rambut sangat verygood penampilan nya evriibadihhhh. Ahh, saya terlihat norak sekali. Singkat cerita perbingan yang awal nya hanya bertanya kabar, hingga pembahasan mulai masuk ke inti-inti yang menurut ku fenomenal sekali. Bagaimana tidak mereka membicarakan tentang Masyarakat Miskin, masa depan Bangsa dan Negara hingga lainlain nya yang menurut saya itu sedikit aneh. Namun, demi menjawab pikiran aneh itu saya bertanya seketika kepada salah satu yang di meja tersebut, "Bang, buat apa abang membahas dan mendiskusikan hal demikian? Emang nya tugas abang seorang pejabat atau sejenis nya? Yang pusing memikirkan Indonesia ini": kata ku, lalu sekeliling orang dimeja itu pun tertawa dan bingung melihat saya. Namun dengan tersenyum di raut wajah nya ia menjawab, "Dek, saya hanya seorang mahasiswa biasa dan bukan pejabat negara ataupun sejenisnya. Namun, Bung Karno pernah berkata Aku Senang Melihat pemuda Yang Merokok dan Minum Kopi Sambil Diskusi Tentang Negara ini daripada Pemuda Kutu Buku tapi memikirkan Diri Sendiri" : jawabnya kepadaku. Saya hanya ternganga saja mendengar perkataan dia itu, bagaimana tidak? Karena jawaban dia itu sangat asing di teling saya, namun itu saya simpan baik-baik di benak.
Sedikit demi sedikit kopi di gelas pun terlihat berkurang bahkan ada yang sudah habis, jarum jam pun menuju ke angka 12 malam dan mengakhiri perbincangan dan pulang untuk beristirahat. Saya dan dengan Dia (abang) pulang ke rumah yang jauh dari perkotaan di salah satu pedesaan yang jarak nya sekitar 30-45 menit dari kota, ditengah malam di atas motor itu kami tidak berkata-kata apapun namun fokus kejalan-jalan yang gelap dan sesekali melihat pohon-pohon yang bergoyang karena angin malam yang numayan kuat karena desa kami itu daerah pegunungan sehingga sangat dingin karena angin malam sangat kuat. Tak sengaja tiba-tiba saya berkata dengan Dia, "Bang, aku mau nanya nih, apasih hasil diskusi diwarung kopi tadi? Lalu apa yang akan dilakukan setelah berdiskusi tadi? Jangan bilang hanya sekedar cerita-cerita saja bang" : ucapku, Lagi-lagi dia juga hanya tersenyum dengan pertanyaan saya dan berkata "Fokus aja dulu nyetir motor nanti mala nabrak kita" : jawabnya, jawaban yang membosankan tidak? Hmm, ntahh lah. Lampu-lampu di pergunungan itu pun mulai terlihat dan petanda kampung kami sudah dekat, lalu dia tiba-tiba dia berkata denganku "Yor, tidur di rumah abang yah": katanya, lalu saya hanya mengagukkan kepala saja menjawab nya. Tiba pun dirumah nya Dia, saya langsung masuk kamar dan sesekali main handphone (hp) namun disana jaringan data internat sulit sekali, Ah. Beberapa menit kemudian setelah mengunci pintu depan dan Dia menuju tempat kami beristirahat, tanpa mikir banyak-banyak saya kembali bertanya lagi dengan Dia tentang pertanyaan yang belum dia jawab sama sekali, "Bang, belum dijawab tadi pertanyaan ku itu lah" : kataku sedikit kesal. Namun lagi-lagi tidak terlihat di wajah nya kalau ia akan menjawab, dia hanya fokus pada Handphone (hp) miliknya, saya pun hanya bisa melirik kanan kiri saja. Malam pun semakin larut menuju pukul 01:50 (atau hampir jam 2 malam), ia tiba-tiba berkata "Dek, tidur aja lah besok pagi kita bahas dan menjawab semua pertanyaan mu itu": ucapnya, Hmm (aku hanya mengagukkan kepala). Kami pun akan tidur namun tak lupa juga dengan kewajiban untuk BerDoa sebelum kami tidur, tik tik tik (bunyi jarum jam) saya tidak bisa tertidur namun saya melihat Dia sudah berada di alam mimpi (hurfffff) lalu terpaksa saya harus memejamkan mata walapun tidak bisa tidur. *NEXT PART II*
Malang, 07 Mei 2021
Penulis : Seno Prasetio Gulo
Catatan : Hallo sobat bloggers yang sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan tunggu Part selanjutnya di tulisan saya yang berjudul "AKU SEBUT DIA APA?".TERIMA KASIH

Komentar