Diantara Ruang dan Dinding

 



Hampa, sunyi, sulit dan sepi itu lah yang kita temukan di ruang dan dinding. Diantara ruang dan dinding kita hanya dapat merenung, Akan kah masa depan saya berakhir disini? Pikiran itu membuat kita merasa kehilangan segala nya, bahkan badan serasa kaku untuk beranjak dari situ.

Hiasan-hiasan dinding dan goresan-goresan dinding itu lah yang mengisi ruang pikiran kosong ini, suara binatang-binatang kecil dari berbagai tempat dan lubang kecil terus mengisi kesunyian dan keheningan diri.

Aren't you tired of that situation? Yes, of course:). Tapi, tentunya kita sangat leluasa untuk berpikir dan tenang bukan? Jauh dari kebisingan , jauh dari sandiwara dan dramatis, hehehehh:) Posisi seperti ini jauh lebih menyenangkan, kita dihadapkan dengan ruang di antara dinding yang menjadi pelindung dan pembatas ruang.

Diantara ruang dan dinding kita jauh lebih elegan untuk melepaskan semua beban pikiran yang terpendam. Itulah teman setia  yang menemani disaat situasi apapun, cobalah untuk menempatkan hati dan pikiran ditengah  ruang dan dinding. Sebab, ruang dan dinding akan selalu memberikan tempat untuk menyampaikan segala yang ada di hati dan pikiran, tidak lupa juga kita akan menemukan langkah masa depan yang akan lebih baik. Biarkan pikiran menjadi dinding dan biarkan hati menjadi ruang yang selalu multiperan dalam menemukan jawaban-jawaban yang sering kita pertanya kan.

Dinding selalu berperan menjaga ruang-ruang dan pikiran selalu menjaga ruang hati, agar sinkron nya hal-hal yang baik.

Terima kasih sudah membaca tulisan saya diatas:) semoga hati dan pikiran kita selalu menjadi properti yang paling berharga.

Sampai bertemu di tulisan saya selanjutnya😊

Penulis & Editor : Seno Prasetio Gulo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKU SIAPA? UNTUK APA AKU DISINI?

SAYA SEBUT DIA APA?

SUARA LANTANG KINI DIPERJUAL-BELI